Advertise Here     Advertise Here
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Lobster Raksasa Tertangkap Jaring Nelayan

REPUBLIKA.CO.ID, MAINE - Seekor lobster raksasa seberat 27 pon (12 Kilogram) tertangkap di lepas pantai Maine, Amerika Serikat (AS). Seorang nelayan pencari udang, Robert Malone, menangkap binatang crustacea raksasa tersebut di jaringnya pada Jumat (24/2). 

Malone kemudian tidak memasaknya, namun menyerahkanya ke Aquarium Negara di Boothbay Harbor. Direktur Aquarium, Aimee Hayden-Rodriques mengatakan, Malone menyerahkannya kepada Departemen Sumber Daya Kelautan untuk dilestarikan.

Lobster raksasa ini memiliki panjang 40 inci atau 101 cm. Karena ukurangnya dan lokasi tertangkapnya di Rockland, Lobster ini dijuluki Rocky, Menurut Hayden-Rodriquez, nama itu juga disamakan seperti petinju, karena capitnya yang cukup besar.

Lobster ini termasuk salah satu tangkapan terbesar yang pernah dibawa ke akuarium. "Melebihi yang lobster biasanya hanya memiliki berat 1 hingga 2 kilogram," ujar Hayden-Rodriquez. Lobster terbesar yang pernah dicatat, dan berhasil ditangkap berada di Nova Scotia dengan berat lebih dari 40 pound (18 kilogram).
Hayden-Rodriquez mengatakan Rocky akan segera dilepas kembali ke laut karena alam liar lebih baik bagi lobster tersebut bila dibandingkan hidup di aqurium.
13.08 | 0 komentar | Read More

Dahlan Iskan, Slank dan Penumpang Atap Kereta Api

TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Negara $0D Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan menggandeng grup band Slank mengatasi penumpang kereta api listrik (KRL) yang naik di atas atap. "Kami sudah sepakat mengadakan pesta dengan Slank," kata Dahlan di Jakarta, Kamis 23 Februari 2012. 

Konser musik Slank akan diselenggarakan sebagai imbalan bagi masyarakat yang sudah sadar akan bahaya naik ke atap kereta. Konser itu kata Dahlan akan dilakukan setelah benar-benar tak ada lagi penumpang di atas atap. "Semuanya gratis," tuturnya.


Menurut Dahlan jumlah penumpang KRL di atas atap sudah jauh berkurang sejak dipasangnya bola-bola logam di atas lintasan kereta Bekasi-Jakarta. Dahlan berkurangnya penumpang di atap juga bisa segera terjadi di jalur Bogor-Jakarta dan Tangerang Jakarta. Setelah ketiga jalur itu bersih barulah konser gratis dilakukan.


Langkah ini ia ambil karena ingin meniadakan penumpang di atap kereta. Selain membahayakan diri penumpang, mereka dinilai mengganggu operasional kereta. "Ini memalukan sekali di mata dunia internasional," katanya.


Selain mengurangi jumlah penumpang di atap, Dahlan juga memuji larangan merokok di atas kereta yang mulai diterapkan PT Kereta Api Indonesia. Peraturan itu dianggap sangat berpihak pada wanita dan anak-anak.
13.07 | 0 komentar | Read More

Polisi Tewas Terlindas Bus TransJakarta

Liputan6.com, Jakarta: Komisaris Polisi Jhonar Ambarita tewas akibat terlindas bus TransJakarta Koridor X di dekat Halte Pedati di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (23/2) malam. Sebelumnya, sepeda motor staf Bagian Logistik Mabes Polri itu terserempet kendaraan lain, hingga ia terpental ke jalur busway.

Saat itu, korban melaju di jalur arteri dari arah Cawang menuju Tanjungpriok. Tubuh korban langsung disambar bus TransJakarta yang dikemudikan Marlon Brando. Bus itu juga melaju dari arah yang sama.
Jasad perwira polisi yang masih mengenakan pakaian dinas itu langsung dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sementara sopir dan bus TransJakarta diamankan aparat Satlantas Polres Metro Jakarta Timur.(SHA)
13.05 | 0 komentar | Read More

ABG Penjual Perempuan di Facebook Dibekuk

TEMPO.CO, Jakarta -Marlina Yuanita, 19, ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya lantaran tertangkap tangan menjual perempuan di bawah umur melalui jajering sosial Facebook. Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan Marlina sudah 2 tahun menjadi mucikari dan menjual perempuan lewat Facebook. »Tersangka menjual perempuan dengan tarif Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta,” kata Rikwanto di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis 23 Februari 2012.


Ibu satu anak itu ditangkap di Hotel Fiducia, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu lalu, sekitar pukul 15.00. Polisi mengatur pertemuan itu. Anggota reserse menyamar menjadi lelaki hidung belang yang ingin menyewa enam gadis sekaligus.


Sebelum ditangkap, penyidik Kriminal Khusus, Komisaris Muchammad Koderi, berkali-kali menghubungi dan bertemu dengan Marlina untuk mengatur sewamenyewa perempuan. Marlina, Senin lalu, mengirim foto-foto perempuan sewaan kepada Koderi melalui Facebook.

Dua pekan kemudian, mereka bertemu dengan Marlina di ITC Cibinong, Depok. Tersangka, kata Rokwanto, memperkenalkan Koderi dengan enam perempuan dalam foto yang dikirimnya. Mereka menegosiasikan tarif yang kemudian disepakati sebesar Rp 800 ribu per orang. Perinciannya, Rp 200 ribu untuk fee Marlina, Rp 600 ribu untuk tiap perempuan pemberi jasa. »Perempuan yang disewakan masih sekolah. Usianya sekitar 16-18 tahun,” kata Koderi.


Mereka bertemu kembali di hotel. Marlina bersama enam perempuan itu tak menduga dijebak polisi. Mereka kemudian dibekuk dan digiring ke Polda Metro Jaya. Polisi menyita delapan ponsel, 36 lembar uang pecahan Rp 50 ribu, dua pasang pakaian dalam perempuan, dan dua kondom. Keenam perempuan yang disewakan itu kemudian dipulangkan. hanya Marlina yang dijadikan tersangka dan ditahan.


Koderi mengatakan perempuan bertubuh kurus kecil itu rajin merekrut perempuan buat disewakan. »Apa pun yang diminta pelanggan, dia akan cari.” Cara merekrutnya, mula-mula Marlina mengajak mereka ke mal dan mengobrol lama. Di sana ia kemudian menawari perempuan itu berbisnis jual diri.


»Dia mencari perempuan hingga ke daerah-daerah,” kata Koderi. Perempuan hasil rekrutmen itu ditawarkan ke lelaki hidung belang melalui akun Facebook atas nama Marlina Yuanita Shungkar.


Polisi membidik Marlina dengan pasal berlapis. Perempuan bersuami itu melanggar aturan karena memperdagangkan wanita, menjadi mucikari, dan mengeksploitasi anak. Kepada polisi Marlina mengaku menjual anak baru gede itu karena terimpit masalah ekonomi.
13.04 | 0 komentar | Read More

'Polisi Ganteng' Idolakan Sherina

Bripda Saeful Bahri menyatakan akan tetap mengabdi di kepolisian dan tidak akan mengikuti jejak Norman Kamaru, menyusul ramainya perbincangan foto dirinya Polisi Ganteng di media jejaring sosial Twitter.
"Saya tidak akan seperti Norman. Saya akan tetap mengabdi di kepolisian. Saya malah tahu dari teman tadi pagi, katanya saya ramai di twitter," ujar Saeful Bahri di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Selasa (21/02/2012).

Sehari sebelumnya, di media sosial Twitter, foto Polisi Ganteng ramai dibincangkan oleh pengguna jejaring sosial tersebut setelah Ardy Wu lewat akun Twitternya @ArdyWu mengunggah foto polisi bernama Fachrie.
Padahal, polisi tersebut bernama Saeful Bahri dan dalam tweetnya Ardy menuliskan "Siapa yang mau ditangkap sama polisi ini?"
Tweeter tersebut langsung ramai diperbincangkan atau diretweet oleh ribuan orang dengan berbagai komentar bahkan sempat menjadi trending topic. Kebanyakan yang meretweet perempuan, termasuk artis dan penyanyi Sherina Munaf lewat @sherinamunaf.

Atas kejadian tersebut Saeful mengaku terkejut mengetahui fotonya ramai diperbincangkan di Twitter, bahkan sampai diretweet oleh Sherina Munaf (@sherinamunaf) yang mempunyai followers 2.899.725.
Saeful mengaku bangga karena ada di dunia maya banyak yang menilai dirinya menarik hingga menguploadnya di Twitter terlebih saat fotonya di retweet oleh penyanyi Sherina Munaf.
"Memang saya juga ngefans juga sama Sherina waktu dia main di film Petualangan Sherina. Ya jadi senang lah dan jadi kebanggaan tersendiri," kata pria kelahiran Subang 22 tahun lalu ini.

Ia mengatakan, foto dirinya itu diambil orang tak dikenal ketika melakukan penjagaan acara Kirab Budaya Cap Go Meh di Jalan Cibadak, Kota Bandung, pada Sabtu 18 Februari 2012.
"Jadi foto itu waktu Cap Go Meh. Saya lihatnya tadi di Twitter teman karena saya sendiri enggak punya Twitter. Saya enggak tahu siapa yang motret," kata Saeful yang memiliki tinggi 168 centimeter dan berat badan 65 kilogram.

Meskipun tidak tertarik dengan dunia keartisan tapi ia tidak akan menolak jika harus mengemban tugas sebagai duta kepolisian. "Saya siap jadi duta untuk membawa misi polisi," katanya.
Saeful sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Encas Solihin (46) dan Dedeh Kuraisin (36). Sebelum diterima sebagai anggota kepolisian, Saeful Bahri merupakan lulusan Pondok Pesantren Al Masoem, Cirebon. Dia masuk ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (antara/dar)
13.03 | 0 komentar | Read More

Kain Kafan untuk Suparwono 39,21 Meter

TRIBUNNEWS.COM- Pihak keluarga maupun warga yang melakukan proses pemakaman Suparwono sempat kerepotan dibuatnya. Ini lantaran tinggi badan Suparwono mencapai 242 centimeter dan berat 176 kg. Karena itulah ia disebut sebagai manusia tertinggi di Indonesia.
Dibutuhkan kain kafan sepanjang 39,21 meter untuk membungkus jenazah Suparwono. Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk mengangkat jenazahnya.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 lalu itu tidak dimasukkan dalam keranda maupun peti seperti umumnya. Untuk mengakalinya, pihak keluarga menggunakan mobil pikap dengan bak terbuka untuk membawa jenazah Suparwono ke pemakaman. (endra)
13.02 | 0 komentar | Read More
 

Pasang Banner Anda Disini

Advertise Here Advertise Here Advertise Here Advertise Here Advertise Here Advertise Here Advertise Here

Showbiz

Politik

Wawancara

Bola

Sainstek

Bisnis

Dunia

Nasional

Fakta Unik